Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah

Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel Materi Kuliah, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah
link : Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah

Baca juga


Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah

Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah

Author : Faidatus Salamah

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman. Sehingga pendidikan agama islam berarti "usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam".

Adapun pengertian lain pendidikan agama islam secara alamiah adalah manusia tumbuh dan berkembang sejak dalam kandungan sampai meninggal, mengalami proses tahap demi tahap. Demikian pula kejadian alam semesta ini diciptakan Tuhan melalui proses setingkat demi setingkat, pola perkembangan manusia dan kejadian alam semesta yang berproses demikian adalah berlangsung di atas hukum alam yang ditetapkan oleh Allah sebagai “sunnatullah”. Pendidikan, sebagai sebuah proses pengembangan potensi manusia dalam segala aspeknya, Sehingga Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup dan kehidupan manusia.

Pada masa Rasulullah pendidikan itu bidang yang menjadi patokan perkembangan masyarakat muslim. Karena sudah pasti Rasulullah menyebarkan agama islam melalui bidang pendidikan. Yaitu dengan cara pertama bersembunyi-sembunyi didalam rumah para sahabat lalu terang-terangan yang dilakukan didalam masjid dan rumah pula.

Setelah Rasulullah wafat kekuasaan pemerintahan Islam dipegang oleh Khulafaur Rasyidin dan wilayah Islam telah meluas di luar jazirah Arab. Para khalifah ini bukan hanya memperhatikan aspek pendidikan, namun juga syiar agama dengan perluasan ekspansi militer, demi kokohnya Negara Islam.

Khulafaur Rasyidin mendirikan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah masjid, dan pusat pembelajaran pada masa ini adalah di Madinah, sedangkan yang bertindak sebagai tenaga pendidik adalah sahabat rosul yang terdekat, lembaga pendidikan Islam adalah masjid, masjid dijadikan sebagai benteng pertahanan rohani, tempat pertemuan dan lembaga pendidikan Islam, sebagai sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan lain sebagainya.

Meski pada masa Khulafaur Rasyidin yang belum terstruktur tetapi perlu diterapkan pada rekontruksi pola pendidikannya karena cara pembelajaran yang langsung diajarkan oleh Rasulullah Saw. Dan pelajaran yang harus sampai ke sanad Rasulullah Saw. Untuk mengembakan jiwa potensi yang berakhlakul karimah. Apalagi pada masa sekarang banyak sekali yang menomor duakan ilmu agama yang menganggap bahwa yang diperlukan itu adalah ilmu umum demi mendapatkan suatu lapangan pekerjaan yang lebih menghasilkan.

Zaman Modern sekarang ini, banyak anak muda yang sudah meninggalkan sejarah, terutama tentang sejarah pendidikan islam. Dimana sejarah memberikan pemahaman tentang Pendidikan islam pada zaman Rasulullah Saw sampai sekarang ini. Namun, pada kenyataannya banyak sekali sejarah-sejarah islam yang sedikit demi sedikit dihapuskan dari sanubari ummat islam sehingga ummat islam lupa akan identitasnya sebagai muslim.

Adanya pemikiran yang hanya mementingkan masalah dunia maka diperlukan suatu lembaga yang mendalami ilmu agama untuk menjadi dasar dari adab setiap manusia. Karena sesungguhnya yang lebih penting itu adab atau moral dari pada ilmu.

Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin dengan Pendidikan di Madin Ar Rohmah

Pada masa sekarang telah berdiri suatu tempat belajar mengajar di daerah yang bernama Banyurip Ageng yang dinamakan Madin Ar Rohmah (Masjid Diniyah Ar Rohmah). Yang di Kepalai oleh Kyai Ahmad Mahtum dan diwakili oleh Kyai Khudlori .Dimana Masjid Ar Rohmah itu berdekatan dengan Pondok Pesantren Roudlotul Huffadz. Masjid Ar Arohmah berdiri pada tahun 1884 M/1300 H sedangkan proses belajar mengajar tersebut dimulai sejak tahun 2015. Yang awalnya hanya terdiri dari 4 kelas, 2 kelas untuk putra dan 2 kelas untuk putri. Dan Madin Ar Rohmah mulai berkembang sehingga terdiri dari 8 kelas, 4 untuk kelas putra dan 4 kelas yang lain untuk 4 putri. 

Selain dalam kegiatan belajar para siswa Madin sering bekerja sama dengan para santri-santri yang ada di Pondok Pesantren seperti bekerja sama dalam kegiatan Isra' Mi'raj, Rajaban, Maulid Rasul, dan acara perayaan keagamaan lainnya. Untuk diajarkan lebih menghidupkan Islam, Sehingga para murid di Madin Ar Rohmah mengetahui bahwa pentingnya mengenal sejarah-sejarah keislaman yang menjadikan penguatan pondasi islam di generasi sekarang.

Para ulama setempat menjadikan masjid sebagai tempat menyebarkan agama Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah sholat saja. Tetapi juga sebagai tempat penyebaran ilmu-ilmu agama. Metode ini juga dilakukan oleh para khalifah dahulu pada masa Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib). Para ulama setempat mengajarkan isi Al-Qur'an dan ajaran islam lainnya seperti fiqib di Madin Ar Rohmah. Setiap pagi warga setempat dari kalangan bapak-bapak dan ibu- ibu berkumpul untuk mendengarkan kajian ilmu dari para alim ulama yang megjar disana sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Selesai jamaah shokat subuh mereka tidak pulang, tetapi mereka melanjutkan kegiatan keagamaan untuk mengkaji ilmu agama. 

Tidak hanya itu setiap sore juga diadakan kegiatan yang sama di Madin Ar Rohmah namun diikuti oleh murid-murid dari kalangan remaja. Mereka adalah murid-murid yang telah menamatkan pendidkan di lembaga normal seperti TPA atau TPQ pada umumnya. Di Madin ini mengajarkan tentang membaca, menulis, bahkan menghafal Al-Qur'an (bagi yang ingin menghafal). Mereka mengkaji kitab-kitab kuning yang berisi ilmu fiqih, aqidah, tasawuf, tauhid, tafsir, ilmu alat seperti nahwu dan shorof, dan lain-lain.

Pada masa Khulafaur Rasyidin juga berdiri lembaga pendidikan agama di beri nama khuttab, yaitu pada masa Khalifah Abu Bakar materi yang diajarkan juga sama seperti di Madin Ar Rohmah. Para murid diajarkan membaca dan menulis tentang Al-Qur'an dan pokok-pokok agama islam seperti ilmu Tauhid yang mengajarkan keimanan, ilmu tasawuf untuk mengajarkan akhlak, ilmu fiqih mengajarkan tata cara beribadah dan lain-lain.

Dengan adanya pengajaran ilmu Agama Islam di Madin ar Rohmah akan terbentuk pikiran, gerakan dan usaha untuk mengubah paham atau adat istiadat yang menyimpang dari ajaran islam. Agar mereka tidak terseret pada paham fatalisme, syirik, fanatisme, dan lain-lain. Warga setepmat juga diharapkan berpegang teguh pada ajaran islam 6ang telah diajarkan para alim ulama dalam menghadapi Era Modern.

Sistem yang ada di Madin Ar Rohmah menggunakan sistem tingkatan sesuai kadar kemampuan murid-murid. Sedangkan pada zama Rasulullah dan para sahabat menggunakan 2 tingkatan dalam pendidikan yaitu tingkat menengah dan tingkat tinggi. Tingkat menengah gurunya belum mencapai status ulama besar sedangkan tingkat tinggi para pengajarnya adalam ulama yang telah diakui masyarakat kesalehannya memiliki pengetahuan yang sangat mendalam. Meskipun berbeda sistemnya tapi cara pengajar di Amdin Ar Rohmah tetapi sampai sanadnya ke Rasulullah Saw.

Dengan konteks pendidikan antara Madin Ar Rohmah dan Khuttab di zaman pendiddikan Khulafaur Rasyidin memiliki hubungan erat dalam menyebar luaskan ajaran Islam. Karena mutlak bagi umat Islam untuk melanjtukan dan mengembangkan oengetahuan Islam agar Agama Islam tetap berdiri san semakin menyebar di berbagai penjuru. Dengan itu tanpa adanga lembaga pendidikan maka sulit bagi masyarakat untuk mencapai tujuan yang semestinya sebagai tombak Umat Islam.


Demikianlah Artikel Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah

Sekianlah postingan Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel Hubungan Pola Pendidikan Masa Khulafaur Rasyidin Dengan Pola Pendidikan Di Madin Ar-Rohmah dengan alamat link https://www.wkyes.me/2018/04/hubungan-pola-pendidikan-masa-khulafaur.html

0 comments:

Post a Comment