POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel Ekonomi Mikro Islam, Artikel Materi Kuliah, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN
link : POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

Baca juga


POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

Dalam praktek untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap orang, masyarakat melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi ini selanjutnya akan mendorong manusia untuk berusaha mencapai atau memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kegiatan perekonomian ini dilakukan oleh semua sektor dimulai dari sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah, dan juga sektor masyarakat Luar Negeri.

Dalam kegiatan ekonomi terjadi aliran-aliran faktor-faktor produksi, pendapatan, barang-barang dan pengeluaran diantara sektor-sektor yang melakukan kegiatan ekonomi.

Pembahasan tentang kegiatan perekonomian inilah yang kemudian menjadi tema untuk melihat bagaimana pola perekonomian di suatu wilayah dapat berjalan.

A. Pola Kegiatan Ekonomi dalam Perekonomian Uang

Secara etimologi, definisi uang (Al-Naqdu) yaitu tunai, lawan tunda, yakni memberikan bayaran segera.[1]

Definisi uang dalam istilah Fuqaha, uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga dan media transaksi pertukaran.[2]

Definisi uang menurut para ahli Ekonomi, masih belum ada kata sepakat tentang definisi uang yang spesifik. Definisi-definisi mereka berbeda-beda disebabkan perbedaan cara pandang mereka terhadap hakikat uang.[3]

a. Menurut Dr. Fuad Dahman, definisi-definisi uang yang diajukan sangat banyak dan berbeda-beda. Semakin bertambah seiring perbedaan para penulis dalam memandang hakikat uang dan perbedaan pengertiannya dalam pandangan mereka.

b. Menurut Dr. Muhammad zaki Syafi’i mendefinisikan uang sebagai: “ Segala sesuatu yang diterima khalayak untuk menunaikan kewajiban-kewajiban.”

c. J.P Coraward mendefinisikan uang sebagai: ”segala sesuatu yang diterima secara luas sebagai media pertukaran, sekaligus berfungsi sebagai standar ukuran nilai harga dan media penyimpana kekayaan.”

d. Boul dan Gandlre berkata: “Uang mencakup seluruh sesuatu yang diterima secara luas sebagai alat pembayaran, diakui secara luas sebagai alat pembayaran utang-utang dan pembayaran harga barang dan jasa.”

e. Dr. Nazhim al-Syamry berkata: “Setiap sesuatu yang diterima semua pihak dengan legalitas tradisi (‘Urf) atau undang-undang, atau nilai sesuatu itu sendiri, dan mampu berfungsi sebagai media dalam proses transaksi pertukaran yang beragam terhadap komoditi dan jasa, juga cocok untuk menyelesaikan utang-piutng dan tanggungan, adalah termasuk dalam lingkup uang.”

f. Menurut Dr. Sahir Hasan, “Uang adalah pengganti materi terhadap segala aktivitas ekonomi, yaitu media atau alat yang memberikan kepada pemiliknya daya beli untuk memenuhi kebutuhannya, juga dari segi peraturan perundangan menjadi alat bagi pemiliknya untuk memenuhi segala kewajibannya.”

Dari sekian definisi yang diutarakan, kita bisa membedakan dalam tiga segi:

Pertama, definisi uang dari segi fungsi-fungsi ekonomi sebagai standar ukuran nilai, media pertukaran, dan alat pembayaran yang tertunda (deferred payment).

Kedua, definisi uang dengan melihat karakteristiknya, yaitu segala sesuatu yang diterima secara luas oleh tiap-tiap individu. Ketiga, defiisi uang dari segi peraturan perundangan sebagai segala sesuatu yang memiliki kekuatan hukum dalam menyelesaikan tanggungan kewajiban.

Di dalam kegiatan perekonomian terdapat dua macam perekonomian, yaitu perekonomian uang dan perekonomian subsisten.[4]

Perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantara dalam kegiatan tukar menukar (perdagangan) dikenal sebagai perekonomian uang. Disini, uang digunakan dalam perdagangan. Adapun dalam perekonomian subsisten, peranan uang tidak penting karena kegiatan perdagangan dilakukan secara barter antara satu barang dan barang lainya.

Dalam perekonomian subsisten, perdagangan terbatas karena produk yang dihasilkan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan. Adapun dalam perekonomian uang, penggunaan uang telah memunculkan upaya spesialisasi. Dalam spesialisasi, setiap orang tidak lagi menghasilkan semua barang dan jasa yang diperlukan tetapi menghasilkan barang atau jasa yang sesuai dengan kegiatan mereka dengan lebih efisien.


Contoh sederhana tentang spesialisasi perdagangan adalah antara petani, tukang kayu, dan tukang jahit. Petani akan menghasilkan makanan, tukang kayu menghasilkan peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga, dan tukang jahit menghasilkan pakaian. Ketiganya tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka inginkan. Mereka hanya melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang sehingga dapat dihasilkan dengan cara yang paling efisien.

Ciri-ciri perekonomian uang dan peranan spesialisasi dalam mengembangkan perdagangan.

1. Ciri-ciri perekonomian uang, suatu perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantara dalam kegiatan tukar-menukar (perdagangan) dikenal sebagai perekonomian.

2. Spesialisasindan perdagangan

a. Wujudnya uang sebagai alat untuk tukar-menukar akan melancarkan perdagangan.

b. Perdagangan yang bertambah lancar akan memberikan perangsangan kepada masyarakat untuk meningkatkan spesialisasi dalam pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Spesialisasi yang tinggi merupakan ciri penting suatu perekonomian modern. Ada kaitan antara perkembangan ekonomi dan spesialisasi, yaitu semakin tinggi perkembangan ekonomi, semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Sebaliknya, tanpa spesialisasi, suatu perekonomian tidak dapat mencapai perkembangan yang tinggi.

Mengapa spesialisasi merupakan prasyarat bagi perkembangan ekonomi?
Apakah keuntungan yang dapat diperoleh dari spesialisasi?

Spesialisasi semakin berkembang sebagai akibat penggunaan uang dan perkembangan perdagangan. Artinya perdagangan yang bertambah luas dan semakin efisien akan menimbulkan spesialisasi yang lebih baik. Selanjutnya, spesialisasi akan mempercepat perkembangan ekonomi. Spesialisasi penting untuk perkembangan ekonomi disebabkan oleh beberapa hal berikut.[5]

1. Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor produksi. Dalam spesialisasi, seorang pekerja atau tenaga kerja ahli akan melakukan kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Ia tidak perlu lagi mengerjakan semua pekerjaan yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhannya.

Artinya, suatu daerah atau negara tidak perlu menghasilkan seluruh barang yang dibutuhkannya, tetapi cukup melakukan spesialisasi dalam kegiatan yang paling menguntungkan. Dengan cara ini faktor-faktor produksi akan digunakan dengan lebih efisien.

2. Mempertinggi efisiensi memproduksi. Efisiensi memproduksi yang semakin tinggi dikenal sebagai economics of scale atau skala ekonomi. Maksudnya, apabila produksi ditingkatkan, misalnya menjadi dua kali lipat, biaya produksi tidak akan meningkat sebesar peningkatan produksi yang berlaku ( dua kali lipat dalam contoh ini), tetapi biaya produksi rata-rata bertambah rendah.

Disamping itu, spesialisasi menghemat penggunaan alat-alat produksi. Spesialisasi menyebabkan tidak perlu lagi membeli alat-alat produksi yang sama jenisnya.

3. Mendorong perkembangan teknologi. Spesialisasi menyebabkan pemasaran berbagai barang menjadi bertambah luas. Untuk kegiatan tertentu, produksi harus ditambah dengan cepat. Untguk memenuhi kebutuhan ini, para pengusaha akan berusaha menggunakan teknologi produksi yang lebih baik dan lebih tinggi produktivitasnya.

B. Produksi dan Perdagangan dalam Perekonomian Subsistem

Salman husin menyatakan bahwa sebelum melihat sifat utama dari kegiatan perekonomian modern secara mendalam, ada baiknya perhatikan dahulu kegiatan ekonomi masyarakat yang relatif pimitif (tradisional), yaitu sebagai berikut.[6]

1. Produksi untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri

Dalam perekonomian primitif (perekonomian subsistem), unit produksi dilakukan oleh keluarga petani tradisional yang menggunakan cara dan alat bercocok tanam yang masih sederhana. Kegiatan ekonomi yang penting lainnya adalah berburu dan menangkap ikan.

Tingkat produktivitas relatif rendah dan tingkat produksi hanya kehidupan yang sederhana. Jarang sekali terdapat kelebihan (surplus) produksi yang dapat dijual di pasar. Kegiatan menghasilkan barang industri sangat terbatas. Dalam perekonomian subsistem, kegiatan perdagangan sudah berlaku, tetapi dalam skala yang terbatas.

2. Perdagangan Barter

Perdagangan barter adalah perdagangan secara pertukaran barang dengan barang. Dalam perdagangan barter harus ada dua keinginan yang bersesuaian (double coincidence of wants atau kesesuaian ganda dari keinginan).

Misalnya, seorang ingin menukar barang yang dihasilkannya dengan barang lain, dan orang yang memproduksi barang yang diingini oleh orang yang pertama. Syarat ini menyebabkan perdagangan barter tidak dapat dilaksanakan seperti perdagangan dalam perekonomian modern yang menggunakan uang sebagai alat perantara tukar-menukar.

3. Pola Perdagangan Perekonomian Subsistem

Pada jenis ini, barter tidak banyak lagi dilakukan. Uang telah digunakan sebagai alat perantara tukar-menukar. Dengan uang, cara memperoleh suatu barang menjadi lebih sederhana. Para petani, misalnya, menjual hasil produksinya di pasar, dan uang yang diperolehnya dapat digunakan untuk membeli barang yang dibutuhkannya. Dengan demikian, “kesesuaian ganda dari keinginan” bukan lagi syarat yang perlu untuk mewujudkan perdagangan.

C. Pelaku-pelaku Kegiatan Ekonomi

Pelaku ekonomi adalah lembaga-lembaga ataupun individu yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi yang mencakup produksi, konsumsi, dan distribusi barang. Pelaku ekonomi terdiri atas sebagai berikut :[7]

1. Rumah Tangga

Rumah tangga merupakan pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Sektor ini menyediakan tenaga kerja, modal, dan keahlian. Kegiatan produksi dalam rumah tangga adalah menyediakan faktor produksi untuk pelaku ekonomi lain, seperti pemerintah, masyarakat, dan perusahaan.

Dengan memiliki faktor-faktor produksi, seperti barang modal, kekayaan alam dan harga tetap seperti tanah dan bangunan, sektor rumah tangga akan menawarkan faktor produksi kepada sektor pemerintah. Sebagai balas jasa penggunaan faktor produksi ini, sektor rumah tangga akan memperoleh pendapatan dalam bentuk uang.

Berbagai jenis pendapatan tersebut digunakan oleh rumah tangga untuk dua tujuan, yaitu membeli barang atau jasa yang diperlukan, dan disimpan dalam bentuk tabungan.

2. Perusahaan

Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau kelompok dengan tujuan menghasilkan produksi barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat. Sebelum melakukan aktivitas tersebut, perusahaan menentukan barang atau jasa yang hendak diproduksi, cara memproduksinya, menyiapkan sarana dan pembayaran upah karyawan. Kegiatan mereka dalam perekonomian adalah mengorganisasikan faktor-faktor produksi.

Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh keuntungan dari usaha mereka. Untuk itu, perusahaan melakukan promosi, membuka cabang atau agen dengan menggunakan berbagai sarana yang dimilikinya. Umtuk memperoleh keuntungan maksimum, pengusaha akan menganalisis struktur biaya dan pendapatan total yang diharapkan, kemudian menentukan tingkat pendapatan total dan biaya produksi paling besar.

3. Pemerintah

Pemerintah sebagai pelaku ekonomi adalah badan-badan pemerintah yang bertugas mengatur kegiatan ekonomi, seperti berbagai departemen pemerintah, badan yang mengatur penanaman modal, bank sentral, parlemen, pemerintah daerah, angkatan bersenjata, dan lain-lain.

Peranan pemerintah dalam mengatur kegiatan ekonomi adalah menciptakan keserasian pertumbuhan ekonomi, menyediakan modal yang sebesar-besarnya, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif pertumbuhan ekonomi yang tidal seimbang. Kebijakan pemerintah dalambidang ekonomi adalah menentukan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan dalam anggaran negara, sedangkan kebijakan moneter adalah kebijakan dalam bidang keuangan. Salah satu kegiatan ekonomi pemerintah adalah mengembangkan prasarana ekonomi, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan lapangan terbang.

Kegiatan lain yang dilakukan pemerintah adalah mengembangkan prasarana sosial, seperti institusi pendidikan, badan-badan penyelidikan menjaga ketertiban dan keamanan negara dan meyediakan jasa-jasa yang penting dalam perekonomian, seperti jasa angkutan kereta api, udara, jasa pos, dan telepon.

Sektor ekonomi dapat dibedakan menjadi sektor pemerintah dan sektor swasta. Produksi sektor pemerintah berarti hasil-hasil kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh badan-badan pemerntah, sedangkan sektor swasta dalah hasil kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan yag dimiliki masyarakat.

4. Pasar Barang dan Pasar Faktor

Dalam analisis ekonomi, pengertian pasar tidak terbatas pada tempat tertentu, tetspi meliputi daerah, negara, bahkan dunia internasional. Pasar untuk karet dan timah misalnya, bukan dimaksudkan sebagai tempat jual beli karet atau timah di wilayah tertentu, melainkan meliputi interaksi di antara produsen dan para pembeli karet atsu timah di seluruh pelosok dunia.

Pasar sebagai tempat pembali dan para penjual melakukan interaksi dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu pasar barang dan pasar fakor. Pasar barang adalah tempat para pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa melakukan interaksi untuk menentukan jumlah dan harga barang dan jasa yang diperjualbelikan.

Adapun pasar faktor adlah tempat para pengusaha (pembeli faktor-faktor produksi) mengadakan interaksi dengan pemilik faktor produksi untuk menentukan harga (pendapatan) dan jumlah faktor produksi yang digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

5. Mekanisme Pasar: Penilaian Awal

Mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien dalam mengalokasikan faktor-fakror produksi dan mengembangkan perekonomian. Akan tetapi, dalam keadaan tertentu menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlikan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.

a. Kebaikan Mekanisme Pasar

Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan cukup efisien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi karena memiliki beberapa kebaikan berikut.

1) Pasar dapat memberikan informasi yang lebih tepat. Para pengusaha melakukan kegiatan memproduksi untik mencari untung. Pasarmemberikan informasi, memberikan keterangan tentang harga barang, dan besarnya permintaan pasa berbagai barang.

2) Pasar memberi perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha. Pertambahan pendapatan, kemajuan teknologi, dan pertambahan penduduk akan mengembangkan permintaan. Hal ini akan memberikan dorongan kepada pengusaha untuk menambah produksi dan meningkatkan kegiatan ekonomi.

3) Pasar meningkatkan usaha atau kegiatan untuk memperoleh keahlian modern. Pasr yang semakin meluas berarti lebih banyak harus diproduksi. Untuk mempercepat pertambahan produksi, teknologi yang lebih modern harus digunakan serta kemahiran teknik dan manajemen yang modern diperlukan.

4) Pasar menentukan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien. Harga suatu barang ditentukan oleh permintaan dan kelangkaannya. Semakin besar permintaan semakin tinggi harganya. Demikan pula, semakin langka penawaran, semakin tiggi harganya. Akibat dari harga yang diatur secara permintaan dan kelangkaan, masyarakat harus lebih berhati-hati dalm menggunakan berbagai jenis barang yang tersedia.

5) Pasar memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi. Tidak seorang pun di dalam pasar mendapat tekanan dalam menjalankan kegiatannya. Orang bebas untuk membeli berbagai macam barang yang diinginkan dan bebas menjual faktor produksi yang dimiliki kepada pengusaha yang akan memberikan pembayaran paling menguntungkan.

b. Kelemahan Mekanisme Pasar

1) Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan tertentu. Kebebasan ini dapat merugikan golongan yang lemah dan kaum minoritas. Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan kuat menjadi bertambah kuat. Misalnya, pengusaha besar mematikan usaha kecil.

2) Kegiatan ekonomi tidak stabil. Mekanisme pasar yang bebas menyababkan perekonomian selalu menhgalami kegiatan naik turun yang tidak teratur. Para pengusaha dapat memperoleh untuk yang banyak secara mendadak pada suatu saat dan mengalami kahancuran ketika berikutnya.

Inflasi dapat tiba-tiba muncul dan pengangguran yang sangat buruk muncul pada masa berikutnya. Di berbagai negara yang mengalami kegoncangan seperti ini masalahnya coba dihindari dengan cara menerapkan kebijakan pemerintah, seperti kebijakan di sektor ekspor dan impor, di bidang keuangan, di bidang perpajakan.

Sisem pasar dapat menimbulkan monopoli. Mekanisme pasar tidak selalu merupakan sistem pasar persaingan sempurna, yaitu jumlah barang dan harga yang diperjualbelikan ditentukan oleh permintaan pembeli dan penawaran penjual yang jumlahnya banyak.

Dalam perekonomian yang sudah sangat modern, seperti Amerika, Jepang, dan negara Eropa Barat, satu aau beberapa perusahaan raksasa dapat menguasai pasar. Mereka mempunyai kekuasaan yang sangat besar di pasar dalam menentukan harga, jenis, dan jumlah barang yang ditawarkan. Mereka selalu membatasi produksi pada tingkat memperoleh keuntungan yang maksimum.

D. Sirkulasi Aliran Pendapatan


Siklus ini menjelaskan bagaimana kegiatan perekonomian dalam suatu negara. Dalam kegiatan ekonomi terjadi aliran-aliran faktor-faktor produksi, pendapatan, barang-barang dan pengeluaran diantara sektor-sektor yang melakukan kegiatan ekonomi. Dalam hal ini yang terlibat sebagai pelaku ekonomi terdiri atas tiga sektor yaitu Rumah Tangga, Pemerintah dan Perusahaan baik swasta ataupun milik pemerintah.

Pada dasarnya pelaku inti dari kegiatan ekonomi itu sendiri adalah masyarakat dari sektor rumah tangga. Sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal, dan keahlian) mereka akan menawarkan sumber daya yang kemudian oleh pengusaha atau produsen disambut baik untuk menghasilkan barang dan jasa.

Produsen akan memberikan pendapatan berupa upah dan gaji untuk tenaga kerja, sewa untuk tanah, bunga untuk modal dan laba atau keuntungan untuk keahlian. Aliran yang terjadi di sini adalah aliran berupa uang.

Kemudian masyarakat yang mendapatkan upah ini akan mengalokasikan pendapatannya dengan membeli hasil penjualan produk barang dan jasa untuk konsumsi. Terjadi aliran berupa uang yang masuk ke produsen dari kegiatan ini. Namun tidak semua masyarakat memilih untuk membelanjakan habis uangnya untuk kegiatan konsumsi.

Ada juga mereka yang memilih untuk menggunakan pendapatanya untuk menabung yang dalam hal ini perlu peran lembaga keuangan (bank). Dalam hal ini bank akan menghimpun dana masyarakat dan memberikan bunga sebagai timbal balik kepada masyarakat yang telah menyimpan dananya ke bank.

Produsen tentunya membutuhkan dana yang kemudian bisa diperoleh dari masyarakat yang secara langsung telah membeli barang atau jasa yang mereka hasilkan. Namun bisa juga diperoleh dari investasi yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.

Hal inilah yang kemudian melibatkan lembaga keuangan yang juga bisa memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat. Pinjaman tersebutlah yang kemudian bisa digunakan oleh masyarakat untuk berinvestasi yang kemudian bisa dilakukan dengan menanamkan modalnya di perusahaan (produsen) atau bisa juga dengan membeli saham di pasar modal.

Disamping itu semua, pendapatan yang diterima masyarakat ada juga yang harus dilakukan untuk pembayaran pajak. Kemudian dari sinilah muncul peran serta pemerintah untuk membantu kegiatan ekonomi dalam suatu negara agar terhubung antara satu pihak dengan pihak yang lainnya.

Pemerintah memperoleh pajak yang dibayarkan oleh masyarakat (pajak individu) dan dari produsen (pajak perusahan). Pajak-pajak yang dikumpulkan inilah yang kemudian dikelola oleh pemerintah dan kemudian dikeluarkan sebagai subsidi yang sasarannya adalah masyarakat itu sendiri. Maka jelaslah bagaimana siklus ini saling berhubungan antara satu dan lainnya.

Disamping itu peran pemerintah adalah untuk menjalankan kebijakan-kebijakan yang dalam hal ini terdiri atas dua hal yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah menyangkut bagaimana langkah-langkah dan strategi pemerintah dalam mengalokasikan pengeluarannya dan bagaimana sistem pemerintah dalam mengumpulkan pajak yang diperoleh dari masyarakat.

Sementara itu untuk kebijakan moneter itu sendiri adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan bagaimana langkah-langkah pemerintah untuk mempegaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yang menyangkut masalah suku bunga, operasi-operasi bank dan mengatur jumlah uang uang yang berededar.

Pemerintah juga berperan dalam membuat peraturan- peraturan yang bertujuan agar kegiatan-kegiatan perekonomian di suatu negara bisa berjalan secara wajar dan tidak merugikan pihak manapun. Contohnya yang berkaitan dengan bagaimana kegitaan pendirian industri, kegiatan ekspor impot, perbaikan lalu lintas, pengembangan perusahaan dan berbagai aspek kegiatan ekonomi lainnya.

Inilah yang dinamakan bagaimana alur atau siklus kegiatan ekonomi tiga sektor yaitu rumah tangga (masyarakat) , perusahaan (produsen) dan pemerintah. Dimana ketiganya saling berhubungan dan memberikan kontribusi satu sama lainnya. Yang kemudian digambarkan dalam sebuah diagram yang dinamakansirkulasi aliran pendapatan.

A. Kesimpulan

Perekonomian berdasarkan kepada tingkat kemajuannya dapat dibedakan menjadi perekonomian subsisten dan perekonomian modern. Perekonomian modern mempunyai sifat yang sangat bertentangan dengan perekonomian subsisten.

Sebagai akibat dari spesialisasi, dalam perekonomian modern terdapat pemisahan yang jelas di antara berbagai pelaku kegiatan ekonomi terutama diantara golongan pekerja dengan golongan pengusaha.

Kebaikan spesialisasi yaitu : mempertinggi efesiensi penggunaan factor-faktor produksi, mempertinggi efisiensi memproduksi, dan mendorong perkembangan teknologi.

Berdasarkan fungsi kegiatan ekonomi yang dijalankannya, pelaku kegiatan ekonomi dalam setiap Negara dibedakan menjadi 3 golongan yaitu : perusahaan, rumah tangga, dan pemerintah

[1] Ahmad Hasan, Mata Uang islami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005, hlm. 1.

[2] Ibid, hlm. 9.

[3] Ibid, hlm. 10.

[4] Siti Nur Fatoni, Pengantar Ilmu Ekonomi, Pustaka Setia, Bandung, 2014, hlm. 31.

[5] Ibid, hlm.32.

[6] Ibid, hlm.30.

[7] Ibid, hlm.32.

DAFTAR PUSTAKA

Fatoni Siti Nur. 2014. Pengantar Ilmu Ekonomi. Bandung:pustaka Setia.Hasan Ahmad. 2005. Mata Uang Islami. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Sukirno Sadono. 2013. Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.


Demikianlah Artikel POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN

Sekianlah postingan POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN dengan alamat link https://www.wkyes.me/2017/03/pola-kegiatan-perekonomian.html

0 comments:

Post a Comment