Resiko Pasar dan Resiko Persaingan

Resiko Pasar dan Resiko Persaingan - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul Resiko Pasar dan Resiko Persaingan, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel Manajemen Resiko, Artikel Materi Kuliah, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : Resiko Pasar dan Resiko Persaingan
link : Resiko Pasar dan Resiko Persaingan

Baca juga


Resiko Pasar dan Resiko Persaingan

Resiko Pasar dan Resiko Persaingan
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PT. AHM TENTANG RESIKO PASAR DAN RESIKO PERSAINGAN

1. GAMBARAN PRUSAHAAN.

A. PROFIL PT. AHM :

1. Nama Perusahaan : PT Astra Honda Motor

2. Status Perusahaan : Perseroan Terbatas

3. Status Investasi : PMA (Penanaman Modal Asing)

4. Alamat : Kantor Pusat & Plant 1 (Sunter)

Jl. Laksda Yos Sudarso – Sunter 1 Jakarta 14350

5. Jam Kerja :

Kantor Pabrik : 07:30 - 16.30

Shift 1 : 07.00 - 16.00

Shift 2 : 16.00 - 24.00

Shift 3 : 24.00 - 07.00

6. Kepemilikan : - 50% PT Astra Internasional Tbk

- 50% Honda Motor Co, Ltd

B. SEJARAH PT. AHM :

PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).

Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan. [1]

C. Visi dan Misi PT AHM :

PT Astra Honda Motor, perusahaan yang menjalankan fungsi produksi, penjualan dan pelayanan purna jual yang lengkap untuk kepuasan pelanggan dan memiliki:

1. Visi : To take a lead in Indonesian motorcycle market by making customers’ dream come true, creating joy to customers and contribute to Indonesia society.

2. Misi : Creating mobility solution to society with best products and services.[2]

2. MINDMAP RESIKO PERUSAHAAN

Pelaksanaan manajemen risiko haruslah menjadi bagian integral dari pelaksanaan sistem manajemen perusahaan/ organisasi. Proses manajemen risiko Ini merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk terciptanya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Proses manajemen risiko juga sering dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Seperti halnya risiko terkait persaingan pasar yan terjadi di industri sepeda motor.[3]

Iklim usaha yang semakin menantang seperti dalam dunia industri sepeda motor sekarang membuat manajemen perusahaan baik yang baru maupun yang lama untuk dapat menjawab tantanganstruktur persaingan sempurna dimasa kini maupun dimasa yang akandatang.

Kemampuan perusahaan dalam menangani masalah pemasaran, mencari dan menemukan peluang – peluang pasar akan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dan posisi perusahaan dalam persaingan.

Dalam keadaan ini pihak perusahaan dituntut untuk lebih berperan aktif dalam mendistribusikan dan memperkenalkan produknya agar laku terjual atau setidaknya dapat mempertahankan pangsa pasar dan meminimalisir risiko penurunan penjualan.[4]

Dalam dunia usaha, persaingan adalah hal yang umum terjadi. Begitupun dalan industri sepeda motor di Indonesia. Persaingan di antara merek-merek sepeda motor Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan Vespa mewarnai persaingan dalam industri sepeda motor di Indonesia.

Ditambah lagi dengan kehadiran motor-motor Cina pada tahun 1998 yang ikut mewarnai persaingan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir Yamaha terus membuntuti Honda sebagai sepeda motor yang paling banyak terjual. Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2012, Yamaha dapat melampaui Honda dalam angka penjualannya.

Pada penelitian yang dilakukan badan penelitian ternama terhadap 20 responden, hanya 6 responden yang memilih atau berniat untuk memiliki sepeda motor Honda sedangkan sisanya lebih tertarik dan berniat pada sepeda motor merek lain. Dengan semakin ketatnya persaingan dalam industri sepeda motor di Indonesia, maka Honda sebagai pemimpin pasar, harus memiliki keunggulan bersaing terbesar dibanding dengan para pesaingnya.

Dengan keunggulan-keunggulan bersaing yang dimilikinya akan berdampak pada perolehan pangsa pasar. Honda selalu menempati perolehan pangsa pasar terbesar dari tahun 1997 - 2001. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bersaing yang dipakai oleh PT. Astra Honda Motor dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis ditambah lagi dengan kehadiran motor-motor Cina[5].



3. IDENTIFIKASI RISIKO

Identifikasi bertujuan untuk menyusun daftar risiko secara komprehensif dari kejadian-kejadian yang dapat berdampak pada setiap elemen kegiatan. Perlu juga dilakukan pencatatan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi risiko yang ada secara rinci sehingga menggambarkan proses yang terjadi.

Pada dasarnya tahap ini memberikan eksplorasi gambaran permasalahan yang sedang dihadapi. Tahap ini nantinya akan memberikan besaran konsekuensi yang dapat terjadi. Konsekuensi merupakan salah satu variabel penting untuk penentuan level risiko nantinya.[6]

Identifikasi permasalahan persaingan yang terjadi pada sepeda motor Honda adalah pencitraan. Honda mencitrakan dirinya sebagai sepeda motor yang efisien dalam penggunaan bahan bakar Yamaha sebagai sepeda motor yang responsif dan bertenaga, Suzuki terkenal dengan kecepatan motor bebek dikelasnya, sementara kawasaki mempunyai keunggulan dari desain motornya, dan sekarang banyak produk motor Cina yang sudah membuming dengan keunggulan harga yang sangat terjangkau.

Honda kurang berhasil mengambil keuntungan dari perubahan yang terjadi dalam industri sepeda motor yang lebih tertarik pada sepeda motor yang lebih responsif dan desain body serta warna yang menarik juga tidak lagi mementingkan harga atau konsumsi bahan bakar. [7]Selain itu Pangsa pasar PT. AHM atau produk motor honda kurang luas dan kurang maksimal di tahun ini, Sehingga para pesaing honda melihat itu sebagai kelemahan dari produk sepeda motor honda.

Sedangkan disisi lain banyak produk sepeda motor dari para pesaing honda seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki sudah berinovasi dan mengembangkan produknya masing-masing yang mempunyai keunggulan lengkap sehingga bukan tidak mungkin membuat produk sepeda motor honda mengalami penurunan penjualan dan bahkan bisa saja kalah bersaing dengan produk sepeda motor lain seperti Yamaha.[8]



4. ANALISIS DAN PENGUKURAN RISIKO

Tujuan dari analisis risiko adalah untuk membedakan risiko minor yang dapat diterima dari risiko mayor, dan untuk menyediakan data untuk PT AHM dalam membantu evaluasi dan penanganan risiko. Analisis risiko termasuk pertimbangan dari sumber risiko, dan konsekuensinya. Faktor yang mempengaruhi konsekuensi dapat teridentifikasi.

Risiko dianalisis dengan mempertimbangkan estimasi konsekuensi dan perhitungan terhadap program pengendalian yang selama ini sudah dijalankan. Analis pendahuluan dapat dibuat untuk mendapatkan gambaran seluruh risiko yang ada. Kemudian disusun urutan risiko yang ada. Risiko-risiko yang kecil untuk sementara diabaikan dulu. Prioritas diberikan kepada risiko-risiko yang cukup signifikan dapat menimbulkan kerugian.

Identifikasi manajemen, sistem teknis dan prosedur-prosedur yang sudah ada untuk pengendalian risiko, kemudian dinilai kelebihan dan kekurangannya. Alat-alat yang digunakan dinilai kesesuainnya. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan misalnya, seperti inspeksi dan teknik pengendalian dengan penilaian sendiri/ professional judgement (Control Self-Assessment Techniques/ CST).[9]

Metode lain yang juga bisa digunakan jika data terdahulu tidak tersedia, dengan melakukan ekstrapolasi data-data sekunder secara umum dari lembaga-lembaga internasional maupun industri sejenis. Kemudian dibuat estimasi/ perkiraan secara subyektif. Metode ini disebut metode penentuan dengan professional judgement. Hasilnya dapat memberikan gambaran secara umum mengenai level risiko yang ada.

Dalam Hal ini ada tiga Faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya risiko dalam penjualan produk sepeda motor Honda di tahun-tahun kedepan, yang pertama adalah Pencitraan, inovasi yang melamban, dan strategi pemasaran yang kurang optimal, Pencitraan membuat calon konsumen berpresepsi terhadap apa yang sudah menjadi ciri khas dari motor Honda, padahal Honda sudah mengembangkan produknya, akan tetapi karena citra motor honda yang masih biasa saja, itu yang nantinya mempengaruhi calon konsumen, sehingga menyebabkan menurunkan volume penjualan.

Yang kedua adalah Inovasi yang melamban, Inovasi yang melamban ini membuat produk motor Honda Menjadi terhambat penjualannya dari sepeda motor publikan lain yang sudah lebih dahulu menciptakan inovasi terbaru dan lengkap dari motor Honda. Yang ketiga adalah kurang optimal dalam pemasaran, yang menyebabkan penurunan volume penjualan juga.[10]

5. STRATEGI DAN ALTERNATIF

Manajemen PT Astra Honda Motor (AHM) mematok target penguasaan pangsa pasar sepeda motor sebesar 47-48%. Tahun lalu, dari total pasar 6,21 juta unit, pangsa pasar AHM 46,2%. “Tahun ini kami memperbesar pangsa pasar karena strategi kami makin kuat,” papar Johannes Loman, direktur pemasaran PT AHM, Salah satu strategi yang harus dilakukan, adalah dengan memperkuat kualitas layanan jaringan dan memproduksi produk baru yang sesuai ekspektasi konsumen. Sepanjang tahun ini, Honda harus memperbanyak item produk. Mulai dari segmen sepeda motor bebek, skutik hingga kategori sport. ”Tahun lalu, jumlah item produknya sebanyak 10 jenis.[11]

Terkait peningkatan kualitas layanan, PT AHM terus memperbaiki sistem pelayanan di bengkel milik mereka yakni AHASS. ”Saat ini, jaringan AHASS PT AHM mencapai 3.800 unit, jaringan penjualan anak usaha PT Astra International Tbk itu mencapai 1.600 unit, sedangkan jaringan penjualan suku cadang mencapai 6.500 unit.

Sementara itu, Grafik Penjualan tahun ini, dari total 2,8 juta unit penjualan AHM pada tahun ini, kontribusi penjualan terbesar dari kawasan Jabodetabek. Di luar itu adalah kawasan Jawa Timur dan Jawa Barat. Sedangkan untuk kawasan Sumatera, kata dia, kontribusinya saat ini sekitar 20% dari total penjualan. Ia menuturkan, saat harga komoditas melambung beberapa waktu lalu, kontribusi penjualan wilayah Sumatera sempat menembus 30%.

Di tahun ini PT AHM harus menaikkan harga sekitar 1%. ”Kenaikkan tidak bisa dibendung karena fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah.

Dari segi Produk Honda Perlu mengembangkan lagi produknya, antara lain :
1. Irit Bahan Bakar

2. Memperbaiki Citra produk.

3. Memberikan Harga yang terjangkau.

4. Spare partnya mudah di dapat karena toko spare part banyak di berbagai tempat.

5. Bengkel resmi banyak disetiap pelosok ada bengkel ahass, hampir setiap 1-2 kilometer selalu ada bengkel Ahass.

6. Membuat Brand Image yang lebih bagus yang akan diakui oleh orang – orang indonesia.

7. Membuat Suspensinya lebih Enak.

8. Membuat Teknologi yang lebih Canggih lagi.

9. Membuat Inovasi yang berbeda dari para pesaingnya.[12]

6. KESIMPULAN DAN SARAN.

A. Kesimpulan.

Keunggulan teknologi Honda Motor diakui di seluruh dunia dan telah dibuktikan dalam berbagai kesempatan, baik di jalan raya maupun di lintasan balap. Honda pun mengembangkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yaitu mesin "bandel" dan irit bahan bakar, sehingga menjadikannya sebagai pelopor kendaraan roda dua yang ekonomis. Namun disisi lain Honda mempunyai kelemahan dan mempunyai kompetitor-kompetitor yang juga mempunyai inovasi-inovasi yang luar biasa, seperti Yamaha dan Suzuki. Oleh sebab itu ada beberapa faktor yang harus dikembangkan oleh Honda, yaitu membuat dan menanamkan mindset citra dari Honda yang lebih baik lagi kepada Customernya. Membuat inovasi-inovasi yang lebih maju lagi, dan membuat strategi pemasaran yang lebih unggul lagi.

B. Saran.

- PT AHM harus mengembangkan Design bodynya agar tidak ketinggalan jaman.
- Honda Mempunyai keunggulan di produk bebeknya, jadi Honda harus lebih bisa mengembangkan double cakramnya, di produk motor bebeknya.
- Umumnya spare partnya mahal, jadi Honda sebagai ikon sepeda motor terkenal harus bisa mengembangkan produk suku cadang yang unggul dan berkualitas namun harganya terjangkau.

Daftar Pustaka

http://www.astra-honda.com/[diakses pada 09/10/2015].“Tentang Astra Honda Motor”, 2015, dalam http://www.astrahonda.com/index.php/sejarah-astra-honda-motor/ [diakses pada 09/10/2015].

Darmawi, Herman. Manajemen Resiko. Bumi Aksara, 2005.

http://www.ihs.com/products/global-insight/industry-economic-report.aspx?id=106594026 [diakses pada 09/10/2015].

Basyaib, Fachmi. 2007. Manajemen Risiko. Grasindo. Jakarta

http://rideralam.com/tag/strategi-bisnis-honda/ [diakses pada 09/10/2015].

Soesnojojo Djojo Soedarso, 2004, Prinsip Prinsip Manjemen Resiko, Salemba Empat, Jakarta.

Slide “Pengantar Pengelolaan Asset (Infrastruktur)”, Gary Mc Lay, Website, 2 Juni 2006.

Halim, M. (http://www.google.sdm) Risiko Usaha Mandiri. Sadikin, 2002. Pengantar Bisnis, Edisi 1, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
.

[1] http://www.astra-honda.com/[diakses pada 09/10/2015].

[2] “Tentang Astra Honda Motor”, 2015, dalam http://www.astrahonda.com/index.php/sejarah-astra-honda-motor/ [diakses pada 09/10/2015].

[3] Soesnojojo Djojo Soedarso, Prinsip Prinsip Manjemen Resiko, (Jakarta : Salemba Empat, 2004), hlm.97

[4] http://www.ihs.com/products/global-insight/industry-economic-report.aspx?id=106594026 [diakses pada 09/10/2015].

[5] http://rideralam.com/tag/strategi-bisnis-honda/ [diakses pada 09/10/2015].

[6] Darmawi, Herman. Manajemen Resiko.(Jakarta : Rajawali Press, 2005), hlm. 49

[7] Basyaib, Fachmi, Manajemen Risiko, (Jakarta : Grasindo. 2007)hlm.71

[8] Slide “Pengantar Pengelolaan Asset (Infrastruktur)”, Gary Mc Lay, Website, 2 Juni 2006.

[9] Basyaib, Fachmi, Manajemen Risiko, (Jakarta : Grasindo. 2007)hlm.71

[10] Halim, M. (http://www.google.sdm) Risiko Usaha Mandiri. [diakses pada 09/10/2015]

[11] Sadikin, Pengantar Bisnis, Edisi 1, PT, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2002),hlm. 71

[12] Tentang Astra Honda Motor”, 2015, dalam http://www.astrahonda.com/index.php/sejarah-astra-honda-motor/ [diakses pada 09/10/2015].

Author : Lukman Maulana




Demikianlah Artikel Resiko Pasar dan Resiko Persaingan

Sekianlah postingan Resiko Pasar dan Resiko Persaingan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel Resiko Pasar dan Resiko Persaingan dengan alamat link https://www.wkyes.me/2017/02/resiko-pasar-dan-resiko-persaingan.html

0 comments:

Post a Comment