FILSAFAT EKONOMI ISLAM

FILSAFAT EKONOMI ISLAM - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul FILSAFAT EKONOMI ISLAM, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel FILSAFAT EKONOMI ISLAM, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : FILSAFAT EKONOMI ISLAM
link : FILSAFAT EKONOMI ISLAM

Baca juga


FILSAFAT EKONOMI ISLAM

FILSAFAT EKONOMI ISLAM

Pengertian, tujuan, kegunaan, Obyek Kajian
SEKILAS TENTANG FILSAFAT

 Istilah “filsafat” berasal dari bahasa Yunani “philosophia”, yang merupakan gabungan dari dua kata: philos, yang berarti cinta atau philein, yang berarti mencintai, dan sophia, yang berarti kebijaksanaan.
Dengan demikian, secara etimologis, filsafat berarti cinta atau mencintai kebijaksanaan.

Menurut Pyithagoras, hanya Tuhan mempunyai kebijaksanaan yang sesungguhnya. Tugas manusia di dunia adalah mencari kebijaksanaan dan mencintai pengetahuan. Itulah sebabnya, filsuf adalah pencari hikmat atau pencita kebijaksanan.
Pythagoras dan Plato (428 – 348 SM) menggunakan kata Philosophos untuk mengejek kaum sofis yang menganggap diri tahu jawaban untuk semua pertanyaan.

Sidi Gazalba:
Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.
 Istilah filsafat sebetulnya sudah ada dalam sastra Yunani pertama. Filsafat pada mulanya berarti memandang beda – beda di sekitar dengan penuh perhatian. Kemudian berarti merenung tentang benda – benda tadi. Herakleitos (sekitar tahun 500 SM) sudah menggunakan bahasa filsuf. Tetapi menurut dia, hanya Tuhanlah yang dapat di sebut bijaksana dan pandai. Plato kemudian mengatakan para dewa tak dapat disebut filsuf, sebab mereka sudah memiliki kebijaksanaan. Hanya manusialah yang mendambakan kebijaksanan karena ia tak dapat meraihnya dengan sepenuhnya.

Dan filsafat juga mempunyai definisi nomalis yaitu dari definisi secara atimologis di atas, filsafat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari seluruh realitas sampai sebab – sebab yang paling dalam. Sebagai ilmu, filsafat juga merupakan pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren. Tapi kekhasannya adalah bahwa filsafat mau menyelidiki seluruh kenyataan sampai sebab – sebab paling dalam.

Harorld Titus dkk., dalam  Living Issues in Philosophy, mengemukakan lima definisi sekaligus:

Pertama, “filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis”.
Kedua, “filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang kita junjung tinggi”.
Ketiga, “filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan”.
Keempat, “filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep”.
Kelima, “filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat”.

Filsafat sebagai Cara Berpikir

    Apabila kita mendengar seseorang berfilsafat, maka konotasi yang muncul adalah bahwa dia berpikir. Akan tetapi jelas juga kiranya bahwa tidak semua aktifitas berpikir adalah berfilsafat, karena berfilsafat adalah aktifitas berpikir dengan kaidah tertentu, bukan sembarang berpikir.

Tiga Ciri Berpikir yang Khas Filsafati:Tiga Ciri Berpikir yang Khas Filsafati:


Menyeluruh: Berpikir filsafati adalah berpikir menyeluruh, yaitu berpikir dengan “mengembangkan keseluruhan dari sudut pandangan, meninjau keseluruhan dari hal-hal dan memahami saling hubungan di antara bagian-bagiannya yang banyak”.


 Mendasar: Berpikir filsafati adalah berpikir mendasar, yaitu berpikir dengan mencari sebab yang sedalam-dalamnya, sehingga melewati batas-batas empiris maupun eksperimental
Spekulatif: Berpikir dengan “membuat dugaan-dugaan yang masuk akal atau cerdas mengenai sesuatu dengan tidak berdasarkan pada bukti (empiris)”

Pengertian Ekonomi

Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga atau keluarga, sedangkan nomos berarti hukum, aturan, atau peraturan. Secara umum ekonomi diartikel sebagai manajemen rumah tangga atau aturan rumah tangga.

Definisi Ekonomi menurut para Ahli

ADAM SMITH
Ekonomi ialah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara
PAUL A. SAMUELSON
Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat

Islam

Islam berasal dari kata Arab Aslama-Yuslimu-Islaman yang secara kebahasaan berarti 'Menyelamatkan‘ . Kata Islam ini secara lebih spesifik juga memiliki arti “menerima, menyerah atau tunduk" dan dalam pengertian yang lebih jauh: tunduk kepada Tuhan
Akar kata salima-yaslamu-salman sendiri memiliki arti selamat, kedamaian, sentosa.

Dengan demikian Islam sebagai agama memiliki aturan-aturan dari Allah Swt. (syariat) yang menghendaki umatnya untuk tunduk dan patuh kepada-Nya agar selamat di dunia dan akhirat.

Pengertian Ekonomi Islam menurut Para Ahli

S.M. Hasanuzzaman,
Ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat.
M.A. Mannan,
Ilmu ekonomi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari permasalahan ekonomi dari orang-orang memiliki nilai-nilai Islam.

Khursid Ahmad,
Ilmu ekonomi Islam adalah suatu upaya sistematis untuk mencoba memahami permasalahan ekonomi dan perilaku manusia dalam hubungannya dengan permasalahan tersebut dari sudut pandang Islam.
M.N. Siddiqi,
Ilmu ekonomi Islam adalah respon para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi zaman mereka. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al Qur’an dan As Sunnah maupun akal dan pengalaman.
M. Akram Khan,
Ilmu ekonomi Islam bertujuan mempelajari kesejahteraan manusia (falah) yang dicapai dengan mengorganisir sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.

Louis Cantori,
Ilmu ekonomi Islam tidak lain merupakan upaya untuk merumuskan ilmu ekonomi yang berorientasi manusia dan berorientasi masyarakat yang menolak ekses individualisme dalam ilmu ekonomi klasik.

Pengertian Filsafat Ekonomi Islam

Upaya berpikir mendasar dan kritis untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang ekonomi Islam (kegiatan ekonomi yang Islami dan ilmu ekonomi Islam).

Tujuan Mempelajari Filsafat Ekonomi IslamTujuan Mempelajari Filsafat Ekonomi Islam

Untuk  mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang ekonomi Islam dan dapat membedakannya dari ekonomi yang lain seperti kapitalisme dan sosialisme.

Kegunaan Mempelajari Filsafat Ekonomi Islam

Memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang ekonomi Islam sehingga mantap dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Obyek Kajian

Masalah-masalah berkenaan pandangan dunia (worldview) sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi yang ada di dunia ini seperti kapitalisme dan sosialisme.
Prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi Islam.
Ilmu ekonomi Islam dalam perspektif filsafat ilmu.


Demikianlah Artikel FILSAFAT EKONOMI ISLAM

Sekianlah postingan FILSAFAT EKONOMI ISLAM kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel FILSAFAT EKONOMI ISLAM dengan alamat link https://www.wkyes.me/2016/11/filsafat-ekonomi-islam.html

0 comments:

Post a Comment