Jagalah Perasaanku Bu

Jagalah Perasaanku Bu - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul Jagalah Perasaanku Bu, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel Cerita Motivasi, Artikel Cerpen, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : Jagalah Perasaanku Bu
link : Jagalah Perasaanku Bu

Baca juga


Jagalah Perasaanku Bu

http://4.bp.blogspot.com/-lGhnY9zK3wo/UIusovsmipI/AAAAAAAAAWY/X4wDyS9bDls/s1600/498_508883255803394_1667517297_n.jpg
hany-lifemustbegoonhany.blogspot.com
Jam di ponsel menunjukkan pukul 10:10 wib. Aku mulai gelisah dengan  keadaan yang seperti ini. Dalam sepuluh menit aku harus sudah sampai ke kelas jam kedua yang jaraknya cukup jauh dari kelas ini. Aku mulai khawatir jika aku telat masuk ke kelas itu, karena hari ini adalah hari pertama masuk kuliah. Belum kenal dengan dosen yang mengajar. Belum tahu sifatnya bagaimana dan lain sebagainya. Bayangan-bayangan negatif mulai bermunculan. Ah.. aku mengeluh gelisah dalam hati.
Jam terus berdetik. Tepat pada pukul 10:15 dosen mengakhiri pertemuan hari ini dan aku langsung bergegas keluar ruangan menuju ke kelas A. Aku mendapati ruang kelas yang sepi. Disana hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang ngobrol sendiri.

***

Datang segerombol mahasiswa dan bertanya kepadaku.

"Ini kelasnya bu Arika bukan?"

"Bukan." Jawabku dengan mantap.

Kebetulan tak jauh dariku ada mahasiswa lain yang mendengar percakapanku dan langsung nimbrung dengan pembicaraanku.

"Benar ini ruang bu Arika, tapi tadi beliau tidak masuk."

Aku tertegun mendengarnya. Aku mulai memutar otak. Seingatku kelas ini bukan kelasnya bu Arika. Aku mulai menyadari bahwa aku salah kelas. Aku mulai galau. Teringat kelas yang sebenarnya lebih jauh lagi dan jam sudah menunjukkan pukul 10:30 wib. Itu tandanya aku sudah telat masuk kelas jam kedua.

Aku masih belum yakin dengan kenyataan ini. Aku berjalan menuju kelas yang jaraknya lebih jauh lagi. Baru beberapa langkah ku lihat teman-teman yang sedang santai entah apa yang sedang mereka lakukan. Aku menghampiri mereka dengan sekedar bertanya-tanya. Kebetulan diantara mereka  ada yang kelihatan membawa hp, langsung aku pinjam.

Buka internet buka jadwal dan jreng-jreng.

Ternyata aku benar-benar salah kelas. Dengan sedikit gugup aku langsung mengembalikan hp ke temanku dengan berterimakasih dan langsung menuju Ke ruang kelas yang seharusnya aku masuki. Langkahku semakin cepat dengan irama jantung yang semakin tak menentu. Ruang kelas berada di lantai 3. Sampai di tangga, aku bertemu teman dari arah yang berlawanan. Sambil terus menaiki tangga aku bertanya pada temanku.

"Barusan makul apa?"

"Makul Bhs. Inggris"

"Terima Kasih"

Dalam hatiku sedikit lega dan bersyukur belum terlalu terlambat untuk masuk kelas.

***

Sampai depan kelas aku melihat pintu kelas tertutup. Aku dekati pintu itu dan terdengar suara salam dari dalam ruang kelas tandanya dosen baru memulai membuka forum kelas.

Kucoba membuka pintu tapi tidak berhasil.

"Ah sial. bakal menarik perhatian."

Kucoba membuka lagi dan krengkett pintu pun terbuka. Ku ucapkan salam dan semua mata tertuju ke arahku.

"Ah sial"

Mataku terus mencari-cari kursi yang kosong. Kulihat kursi kosong ada di depan.

"Ini kelas berantakan amat." Aku mengeluh dalam hati.

kuambil kursi yang ada di depan langsung menuju ke belakang.

Terdengar teguran dari dosen.

"Heeh mau kemana, kenapa ga duduk disitu sekalian?"

Aku melihat ke arah yang dia tuju.

"Cewek semua bu" jawabku sambil terus berjalan ke belakang.

Temanku mempersilahkan duduk di sebelahnya.

Aku mulai menata mental yang sebelumnya sempat down. Aku mencoba mengikuti permainannya. Aku mencoba untuk mengikuti suasana yang dibuatnya tapi hatiku belum bisa menerima kenyataan ini. Aku mencoba tersenyum tapi terasa pahit. Aku mencoba tertawa tapi terasa tawar. Hatiku terus mengeluh.

Ah mungkin inilah karakter dosen bahasa. Dia pandai berbicara tapi dia lupa menjaga perasaannya. Aku masih mencoba menerima apa adanya, tapi aku benar-benar belum bisa. Mungkin aku masih trauma dengan masa laluku. Aku masih perlu belajar mendinginkan perasaanku. Perasaan ini tidak bisa aku lupakan sampai saat ini dan mungkin untuk selamanya.

~Much. Nasih Amin


Demikianlah Artikel Jagalah Perasaanku Bu

Sekianlah postingan Jagalah Perasaanku Bu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel Jagalah Perasaanku Bu dengan alamat link https://www.wkyes.me/2016/09/jagalah-perasaanku-bu.html

2 comments: